DESA JARAKAN

Wilayah Desa Jarakan terletak pada wilayah dataran Rendah Dengan  luas 76.135  ha. Pusat pemerintahan desa Jarakan terletak di dusun Bakalan RT04 /RW 01. dengan menempati areal lahan seluas 1000 m persegi. Jumlah penduduk desa Jarakan sebanyak 2.637 jiwa yang tersebar 2 Dusun, 4 RW dan 18 RT, Dari jumlah tersebut, terdiri dari laki-laki 1.288 jiwa dan perempuan 1.349 jiwa dengan tingkat pertumbuhan rata-rata selama 6 (enam) tahun terakhir 0,1 %, dengan tingkat kepadatan sebesar 344 jiwa/km2.

Sejarah

Mengenai sejarah Desa Jarakan tidak banyak informasi yang diperoleh , karena para tokoh masyarakat yang lebih tua sebagai narasumber yang lebih banyak mengetahui tentang awal mula desa tersebut telah tiada .Terdapat petunjuk , menurut penjelasan salah seorang tokoh masyarakat bernama sardji menjelaskan bahwa pada jaman dahulu , pada awal desa Jarakan masih merupakan hutan belantara yang sangat luas dan banyak dihuni oleh binatang binatang buas .

            Menurut buku sejarah perjalanan pujangga manik dari jawa barat ada suatu daerah yang bernama kalang abrit yang sekarang disebut kalangbret , di dekatnya terdapat desa yang bernama kauman . Dari desa kauman itulah ada seorang ki Ageng Witono , beliau mempunyai anak yang di sebut mbah Ali Muntoho . Kemudian pada saat itu mbah Ali Muntoho menugaskan seorang yang bernama Pancer Segoro untuk membuka hutan atau babat Alas yang letaknya sebelah barat daya desa kauman .

           Pada pelaksanaan membuka hutan itu beliau ( Mbah Pancer Segoro ) membuat rumah kecil / gubuk untuk istirahat . Ditempat istirahat itulah beliau membuat anyaman yang disebut tumbu , maka daerah itu kemudian hari disebut dukuh tumbu . Di dekat dukuh tumbu ada seorang yang di sebut mbah mantra , beliau mulai ( mbakali ) membuka hutan juga , kemudian disebut dukuh bakalan .setelah hutan di daerah itu di buka , kiageng witono meninjau hasilnya ( Ungak – ungak ) daerah yang ditinjau itu di sebut dukuh slengak .

           Setelah terbuka hutan tersebut , Adipati kalang dari kalangbret pergi ke gunung mbolo itu ada seorang mpu ( Pembuat keris ) yang disebut empu winadi . Adipati Kalang pergi ke gunung mbolo bermaksut meminjam keris kepada mpu winadi yang disebut keris bledek sewu . Dari kaki gunung mbolo sebelah selatan , yaitu daerah yang baru dibuka tersebut , adipati kalang mulai naik sambil berjalan jongkok , setiap tujuh kali jongkok menyembah sampai ditempat mpu  winadi .

           Ditempat mulainya adipati kalang jalan jongkok ada pohon kepuh yang di bakar oleh anak gembala ( bocah angon ) pohon itu hangus ( gosong ) maka daerah itu disebut pohgosong . Dibawah pohon kepuh itu adi pati kalang berkata , “ Ya saka wit kepuh iki jareke olehku nyembah Empu winadi , “ maksutnya dari pohon kepuh inilah jaraknya saya mulai menyembah empu winadi , Maka tempat ini kuberi nama JARAKAN.

Setelah Indonesia merdeka, desa Jarakan telah mengalami beberapa masa kepemimpinan, yaitu:

No.Nama Kepala DesaDari TahunSampai Tahun
1Somo Diharjo ( singgih )19201959
2Sastro Harjo19591982
3Wardji19821997
4Bambang siswanto , S.Sos19972013
5Sumarti S.E2013Sekarang

Wilayah Desa

0
Dusun
0
Rukun warga
0
Rukun tetangga
Wilayah Dusun
Batas Wilayah

Visi & Misi

Terciptanya Pemerintah Desa yang unggul, bersih, jujur, berdasarkan Ketaqwaan dan Keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  1. Menciptakan suasana kekeluargaan dengan aparat Pemerintah Desa, RT, RW, BPD, LPM, dan seluruh masyarakat Desa Jarakan.
  2. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat.
  3. Melanjutkan program Kepala Desa yang lama.

Perangkat Desa

Aparat desa Tulungagung periode 2016-2022

Nama Kades

Kepala Desa

Nama Sekdes

Sekretaris Desa

Ingin tahu statistik desa?

Semua data statistik tentang desa